Muslimat NU

Perempuan dan Kebangkitan NU di Cisarua

Foto Ibu Muslimat Saat Peringati Harlah NU ke-96

NUPEDIA.ID, OPINI – Gerakan kaum perempuan di jalur Puncak, tepatnya di kecamatan Cisarua, dalam mensyi'arkan jam'iyah Nahdlatul Ulama patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, aneka ragam kegiatan ke-NU-an di Cisarua, selalu diramaikan oleh kaum perempuan, baik oleh Muslimat, Fatayat, maupun oleh IPPNU-nya.

Oleh karena itu, menakar masa depan NU jalur puncak dapat dilihat dari arus gerakan kaum perempuan. Merekalah yang akan menyumbang lahirnya generasi NU jalur puncak masa depan.

Tentu tidaklah mudah menggerakkan NU di jalur puncak, yang walaupun amaliah masyarakatnya bercorak aswaja, namun harakahnya cenderung bukan harakah nahdliyyah, dan bukan pula basis gerakan NU. Maka wajar jika selama ini, jalur puncak dianggap jalur zona hitam untuk gerakan NU.

Strategi menggerakkan kaum perempuan dengan menjadikan Muslimat di garda terdepan, merupakan strategi jitu untuk mengenalkan NU di tengah-tengah masyarakat jalur Puncak. Hal ini karena mobilitas massa melalui ibu-ibu Muslimat sangatlah efektif. Mengingat tingkat religiusitas masyarakatnya, terutama kaum ibu-ibu, sangat mengagumkan. Hampir setiap hari mereka menghadiri majelis taklim, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Tentu dengan atribut pakaian Muslimat.

Melalui majelis taklim inilah gerakan kaum perempuan, terutama Muslimatnya, sulit untuk dibendung. Dan dari gerakan inilah, amaliah dan harakah NU akan membumi di jalur Puncak. Wajar jika kemudian kita meramal bahwa, jalur puncak akan menjadi jalur hijau (NU) sehijau panoramanya. Semoga.

Penulis: Dr. Lora Wafi Muhaimin (ketua MWCNU Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor)

Berita Lainnya

berita terbaru
Masyarakan dipaksa memilih sesuatu pilihan bukan atas dasar pertimbangan social, ekonomi politik dan agama, tetapi iya dipaksa menentukan pilihannya atas dasar identitas suatu kelompok.

Politik Kiai dan Nyai

08/12/2020 - 12:34

Comments